Breaking News
light_mode
Beranda » Budaya » Film Mantagi, Menyusuri Batanghari dan Menghidupkan Kembali Kesadaran Manusia di Wilayah Jambi

Film Mantagi, Menyusuri Batanghari dan Menghidupkan Kembali Kesadaran Manusia di Wilayah Jambi

  • account_circle Andi
  • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
  • visibility 158

JEJAK – Film Mantagi hadir sebagai karya sinema antologi yang mengangkat relasi manusia dan air melalui perjalanan hulu hingga hilir Sungai Batanghari. Lewat lima cerita yang berdiri sendiri, film ini merangkai satu benang merah tentang kesadaran atau yang disebut sebagai “mantagi” yang kian memudar dalam diri manusia.

 

Pengambilan gambar dilakukan di sejumlah wilayah di Provinsi Jambi, yakni Kabupaten Kerinci, Merangin, Muaro Jambi, dan Tanjung Jabung Timur. Keempat daerah tersebut dipilih bukan sekadar sebagai latar, melainkan sebagai representasi bentang Melayu Jambi, baik dari sisi budaya maupun lanskap ekologisnya.

 

Sutradara sekaligus produser film, Taufik, menjelaskan bahwa Mantagi mengikuti alur Sungai Batanghari sebagai simbol kehidupan, dengan tema besar hubungan manusia dan air.

 

“Yaitu hubungan antara manusia dan air itu sendiri, cerita dalam film ini akan diperankan oleh tokoh-tokoh utamanya masing-masing,” ujarnya saat ditemui di Taman Budaya Jambi, Selasa (17/2/2026).

 

Bagi Taufik, “Mantagi” bukan sekadar judul, melainkan gagasan filosofis yang menjadi ruh film ini.

 

“Seperti kesadaran, nalar, Budi, atau Budi pekerti, dan itulah yang disebut mantagi yang ada dalam diri kita, dan sekarang kebanyakan sudah hilang dari tubuh kita, manusia sekarang banyak melupakan, kesadaran kita sebagai manusia yang hidup di bumi ini,” ujarnya.

 

Ia menilai, hilangnya “mantagi” membuat manusia kian jauh dari alam dan kehilangan kepekaan terhadap sumber kehidupan, terutama air. Karena itu, film ini dihadirkan sebagai refleksi sekaligus pengingat.

 

Dalam salah satu cerita, karakter Mr X yang diperankan Husni menjadi representasi perjalanan batin manusia menuju penyadaran. Peran tersebut menuntut eksplorasi emosi yang mendalam.

 

“Mr x itu sendiri orang yang mempuasakan hasratnya ketika dia dipenuhi dengan perjalanan pengalaman untuk sampai ketingkat penyadaran, sehingga apapun yang dilaluinya adalah keindahan,” ucapnya.

 

Proses produksi Mantagi melibatkan pelaku seni dan masyarakat di berbagai lokasi syuting. Keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam menghadirkan nuansa yang autentik dan menyatu dengan realitas sosial di sekitar Sungai Batanghari.

 

Jamal, yang turut terlibat dalam produksi, bahkan merasakan langsung perubahan kondisi air yang menjadi simbol utama film ini.

 

“Sampai saya minum air itu untuk menyatuh jadi bagian situ, kita bisa lihat disitu air sudah keruh, kita jadi punya sudut pandang berbeda dengan air, air itu sudah tidak asyik lagi dalam bayangan kita, sudah keruh,” ujarnya.

 

Selama hampir satu bulan proses syuting, Mantagi dirancang bukan hanya sebagai tontonan, tetapi juga sebagai ruang kontemplasi. Melalui lima kisahnya, film ini berupaya menghidupkan kembali “mantagi” kesadaran kolektif manusia untuk kembali menghargai air, alam, dan kehidupan itu sendiri.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Krisis Keanekaragaman Hayati Meningkat, FWI dan Garda Animalia Gelar Diseminasi Riset Tata Kelola Konservasi dan Perdagangan Satwa Liar di Indonesia

    Krisis Keanekaragaman Hayati Meningkat, FWI dan Garda Animalia Gelar Diseminasi Riset Tata Kelola Konservasi dan Perdagangan Satwa Liar di Indonesia

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle pameranrockart@gmail.com
    • visibility 223
    • 0Komentar

    JEJAK – Forest Watch Indonesia (FWI) dan Garda Animalia menyelenggarakan Diseminasi Hasil Riset bertajuk “Melindungi Keanekaragaman Hayati: Evaluasi Tata Kelola Kawasan Konservasi dan Penegakan Hukum Perdagangan Satwa Liar di Indonesia” di Ruang Serbaguna, Salihara Arts Center, Jakarta. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 12 Desember 2025, pukul 09.00–12.00 WIB ini mempertemukan pemerintah, akademisi, peneliti, aparat penegak […]

  • Gerakan Langit Biru Indonesia Asri Warnai HUT Ke 25 Demokrat,  Ketua DPC Kota Jambi RR. Nully Kurniasih Ajak Kader Beri Manfaat bagi Masyarakat

    Gerakan Langit Biru Indonesia Asri Warnai HUT Ke 25 Demokrat, Ketua DPC Kota Jambi RR. Nully Kurniasih Ajak Kader Beri Manfaat bagi Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Andi
    • visibility 44
    • 0Komentar

    JAMBI JEJAK – Demokrat Tanam 200 Pohon dan Tebar 20 Ribu Benih Ikan di Danau Sipin, Wujudkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri Gerakan Langit Biru Indonesia Asri digelar di kawasan Danau Sipin, Kota Jambi, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Mengusung tema “Laskar […]

  • Karnaval Budaya hingga Cek Kesehatan Gratis Meriahkan HUT ke-81 RI di Lingkar Selatan Jambi

    Karnaval Budaya hingga Cek Kesehatan Gratis Meriahkan HUT ke-81 RI di Lingkar Selatan Jambi

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Andi
    • visibility 52
    • 0Komentar

    JAMBI JEJAK – Beragam pakaian dan nuansa budaya mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi, Minggu (30/8/2026). Warga dari RT 11, RT 12, RT 13, RT 41, RT 42, dan RT 43 tumpah ruah mengikuti karnaval budaya yang digelar sebagai bagian dari perayaan […]

  • Warga Sebut Usulan Drainase Sudah Lama, Bukan Muncul Setelah Pokir DPRD Kota Jambi

    Warga Sebut Usulan Drainase Sudah Lama, Bukan Muncul Setelah Pokir DPRD Kota Jambi

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Andi
    • visibility 432
    • 0Komentar

    JAMBI JEJAK – Sorotan terhadap besaran anggaran pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Kota Jambi belum mereda. Di tengah polemik mengenai potensi kepentingan tertentu dalam penganggaran pokir, warga di salah satu lokasi kegiatan justru memberikan penjelasan berbeda. Pembangunan dan pelebaran drainase di RT 09, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi, yang masuk melalui pokir […]

  • Senandung Jolo melahirkan karya bertajuk Bejolo di Ujung Tanjung Muara Jambi

    Senandung Jolo melahirkan karya bertajuk Bejolo di Ujung Tanjung Muara Jambi

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Andi
    • visibility 95
    • 0Komentar

    JEJAK – Pergelaran seni yang melibatkan ratusan anak-anak ini untuk mewariskan tradisi dan merawat ekosistem karya budaya. Senandung Jolo merupakan tradisi lisan milik masyarakat Desa Tanjung, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi. Tradisi terus berkembang karena masyarakatnya piawai mengolah pantun menjadi nyanyian, untuk merespons lingkungan. Terbatasnya jumlah penutur Senandung Jolo membuat tradisi ini terancam punah. Sanggar […]

  • Situs Candi Pematang Jering Didorong Jadi Cagar Budaya, Jejak Perdagangan Maritim Terungkap

    Situs Candi Pematang Jering Didorong Jadi Cagar Budaya, Jejak Perdagangan Maritim Terungkap

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Kurnia
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAMBI JEJAK – Upaya menjadikan Situs Candi Pematang Jering di Kabupaten Muaro Jambi sebagai cagar budaya terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Pemerintah, akademisi, komunitas, hingga lembaga pelestarian kebudayaan mendorong agar situs bersejarah tersebut tidak hanya dilindungi, tetapi juga lebih dikenal dan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. Dorongan itu mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) […]

expand_less