Breaking News
light_mode
Beranda » Budaya » Film Mantagi, Menyusuri Batanghari dan Menghidupkan Kembali Kesadaran Manusia di Wilayah Jambi

Film Mantagi, Menyusuri Batanghari dan Menghidupkan Kembali Kesadaran Manusia di Wilayah Jambi

  • account_circle Andi
  • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
  • visibility 124

JEJAK – Film Mantagi hadir sebagai karya sinema antologi yang mengangkat relasi manusia dan air melalui perjalanan hulu hingga hilir Sungai Batanghari. Lewat lima cerita yang berdiri sendiri, film ini merangkai satu benang merah tentang kesadaran atau yang disebut sebagai “mantagi” yang kian memudar dalam diri manusia.

 

Pengambilan gambar dilakukan di sejumlah wilayah di Provinsi Jambi, yakni Kabupaten Kerinci, Merangin, Muaro Jambi, dan Tanjung Jabung Timur. Keempat daerah tersebut dipilih bukan sekadar sebagai latar, melainkan sebagai representasi bentang Melayu Jambi, baik dari sisi budaya maupun lanskap ekologisnya.

 

Sutradara sekaligus produser film, Taufik, menjelaskan bahwa Mantagi mengikuti alur Sungai Batanghari sebagai simbol kehidupan, dengan tema besar hubungan manusia dan air.

 

“Yaitu hubungan antara manusia dan air itu sendiri, cerita dalam film ini akan diperankan oleh tokoh-tokoh utamanya masing-masing,” ujarnya saat ditemui di Taman Budaya Jambi, Selasa (17/2/2026).

 

Bagi Taufik, “Mantagi” bukan sekadar judul, melainkan gagasan filosofis yang menjadi ruh film ini.

 

“Seperti kesadaran, nalar, Budi, atau Budi pekerti, dan itulah yang disebut mantagi yang ada dalam diri kita, dan sekarang kebanyakan sudah hilang dari tubuh kita, manusia sekarang banyak melupakan, kesadaran kita sebagai manusia yang hidup di bumi ini,” ujarnya.

 

Ia menilai, hilangnya “mantagi” membuat manusia kian jauh dari alam dan kehilangan kepekaan terhadap sumber kehidupan, terutama air. Karena itu, film ini dihadirkan sebagai refleksi sekaligus pengingat.

 

Dalam salah satu cerita, karakter Mr X yang diperankan Husni menjadi representasi perjalanan batin manusia menuju penyadaran. Peran tersebut menuntut eksplorasi emosi yang mendalam.

 

“Mr x itu sendiri orang yang mempuasakan hasratnya ketika dia dipenuhi dengan perjalanan pengalaman untuk sampai ketingkat penyadaran, sehingga apapun yang dilaluinya adalah keindahan,” ucapnya.

 

Proses produksi Mantagi melibatkan pelaku seni dan masyarakat di berbagai lokasi syuting. Keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam menghadirkan nuansa yang autentik dan menyatu dengan realitas sosial di sekitar Sungai Batanghari.

 

Jamal, yang turut terlibat dalam produksi, bahkan merasakan langsung perubahan kondisi air yang menjadi simbol utama film ini.

 

“Sampai saya minum air itu untuk menyatuh jadi bagian situ, kita bisa lihat disitu air sudah keruh, kita jadi punya sudut pandang berbeda dengan air, air itu sudah tidak asyik lagi dalam bayangan kita, sudah keruh,” ujarnya.

 

Selama hampir satu bulan proses syuting, Mantagi dirancang bukan hanya sebagai tontonan, tetapi juga sebagai ruang kontemplasi. Melalui lima kisahnya, film ini berupaya menghidupkan kembali “mantagi” kesadaran kolektif manusia untuk kembali menghargai air, alam, dan kehidupan itu sendiri.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Maybank Indonesia Perkuat Sinergi Lintas Batas dengan TSH Group

    Maybank Indonesia Perkuat Sinergi Lintas Batas dengan TSH Group

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle pameranrockart@gmail.com
    • visibility 92
    • 0Komentar

    JEJAK – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (“Maybank Indonesia”) memperkuat sinergi lintas batas di segmen Perbankan Global (Global Banking), khususnya di bidang Treasury melalui kemitraan strategis dengan TSH Group. TSH Group dimiliki grup besar asal Malaysia dengan fokus usaha di bidang minyak kelapa sawit dan perkebunan dengan wilayah operasional di Indonesia. Sinergi lintas batas ini […]

  • 11 Pasang Bujang Gadis Kota Jambi 2026 Diumumkan, Siap Promosikan Potensi Daerah

    11 Pasang Bujang Gadis Kota Jambi 2026 Diumumkan, Siap Promosikan Potensi Daerah

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Rini
    • visibility 70
    • 0Komentar

    JAMBI JEJAK – Sebanyak 11 pasang atau 22 finalis Bujang Gadis Kota Jambi 2026 resmi diumumkan pada malam penyisihan yang digelar di Atrium Mall WTC Batanghari, Selasa (28/4/2026). Mereka terpilih dari total 50 semifinalis yang sebelumnya mengikuti rangkaian seleksi. Ajang pemilihan Bujang Gadis Kota Jambi menjadi salah satu program Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Pariwisata […]

  • Dari Danau Sipin, DPD dan DPC Demokrat Kota Jambi Gaungkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri di HUT ke 25 Demokrat

    Dari Danau Sipin, DPD dan DPC Demokrat Kota Jambi Gaungkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri di HUT ke 25 Demokrat

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Andi
    • visibility 7
    • 0Komentar

    JAMBI JEJAK – Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat di Kota Jambi diisi dengan aksi peduli lingkungan melalui Gerakan Langit Biru Indonesia Asri. Kegiatan yang berlangsung di kawasan Danau Sipin, Jumat (10/7/2026), menjadi bagian dari gerakan nasional yang dilaksanakan serentak oleh Partai Demokrat di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung tema “Laskar Biru, […]

  • Senandung Jolo melahirkan karya bertajuk Bejolo di Ujung Tanjung Muara Jambi

    Senandung Jolo melahirkan karya bertajuk Bejolo di Ujung Tanjung Muara Jambi

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Andi
    • visibility 84
    • 0Komentar

    JEJAK – Pergelaran seni yang melibatkan ratusan anak-anak ini untuk mewariskan tradisi dan merawat ekosistem karya budaya. Senandung Jolo merupakan tradisi lisan milik masyarakat Desa Tanjung, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi. Tradisi terus berkembang karena masyarakatnya piawai mengolah pantun menjadi nyanyian, untuk merespons lingkungan. Terbatasnya jumlah penutur Senandung Jolo membuat tradisi ini terancam punah. Sanggar […]

  • Dari Jambi untuk Distopia: Puisi-Puisi Kegelisahan Novita Sari tentang Rumah dan Masa Depan

    Dari Jambi untuk Distopia: Puisi-Puisi Kegelisahan Novita Sari tentang Rumah dan Masa Depan

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle Kurnia
    • visibility 88
    • 0Komentar

    JEJAK – Dari ruang kelas hingga lembaran puisi, Novita Sari (28) membuktikan bahwa kegelisahan bisa menjelma menjadi karya. Perempuan asal Jambi yang berprofesi sebagai guru ini kembali menorehkan jejak literasi melalui buku kumpulan puisi terbarunya yang sarat nuansa distopia dan ingatan akan tempat-tempat yang terus berkelana di benaknya. Melalui buku ini, Novita merangkai pengalaman hidup, […]

  • Eksplorasi Ekspresi, Majha Merilis Nomor Pertama Bertajuk “Tutur”

    Eksplorasi Ekspresi, Majha Merilis Nomor Pertama Bertajuk “Tutur”

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Andi
    • visibility 94
    • 0Komentar

    JEJAK –  Majha adalah unit duo asal Jambi yang beranggotakan Zulvi Raphael (Synthesizer) dan Gati Febri Sasongko (Bass). Duo ini mengusung genre musik Fluid, sebuah pendekatan musikal yang dinamis dan fleksibel. Dengan memadukan melodi, instrumen, serta sentuhan “tutti” yang khas, Majha menghadirkan warna musik yang cair tanpa terikat pada satu pakem genre tertentu. Identitas Fluid […]

expand_less