Breaking News
light_mode
Beranda » Budaya » Film Mantagi, Menyusuri Batanghari dan Menghidupkan Kembali Kesadaran Manusia di Wilayah Jambi

Film Mantagi, Menyusuri Batanghari dan Menghidupkan Kembali Kesadaran Manusia di Wilayah Jambi

  • account_circle Andi
  • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
  • visibility 103

JEJAK – Film Mantagi hadir sebagai karya sinema antologi yang mengangkat relasi manusia dan air melalui perjalanan hulu hingga hilir Sungai Batanghari. Lewat lima cerita yang berdiri sendiri, film ini merangkai satu benang merah tentang kesadaran atau yang disebut sebagai “mantagi” yang kian memudar dalam diri manusia.

 

Pengambilan gambar dilakukan di sejumlah wilayah di Provinsi Jambi, yakni Kabupaten Kerinci, Merangin, Muaro Jambi, dan Tanjung Jabung Timur. Keempat daerah tersebut dipilih bukan sekadar sebagai latar, melainkan sebagai representasi bentang Melayu Jambi, baik dari sisi budaya maupun lanskap ekologisnya.

 

Sutradara sekaligus produser film, Taufik, menjelaskan bahwa Mantagi mengikuti alur Sungai Batanghari sebagai simbol kehidupan, dengan tema besar hubungan manusia dan air.

 

“Yaitu hubungan antara manusia dan air itu sendiri, cerita dalam film ini akan diperankan oleh tokoh-tokoh utamanya masing-masing,” ujarnya saat ditemui di Taman Budaya Jambi, Selasa (17/2/2026).

 

Bagi Taufik, “Mantagi” bukan sekadar judul, melainkan gagasan filosofis yang menjadi ruh film ini.

 

“Seperti kesadaran, nalar, Budi, atau Budi pekerti, dan itulah yang disebut mantagi yang ada dalam diri kita, dan sekarang kebanyakan sudah hilang dari tubuh kita, manusia sekarang banyak melupakan, kesadaran kita sebagai manusia yang hidup di bumi ini,” ujarnya.

 

Ia menilai, hilangnya “mantagi” membuat manusia kian jauh dari alam dan kehilangan kepekaan terhadap sumber kehidupan, terutama air. Karena itu, film ini dihadirkan sebagai refleksi sekaligus pengingat.

 

Dalam salah satu cerita, karakter Mr X yang diperankan Husni menjadi representasi perjalanan batin manusia menuju penyadaran. Peran tersebut menuntut eksplorasi emosi yang mendalam.

 

“Mr x itu sendiri orang yang mempuasakan hasratnya ketika dia dipenuhi dengan perjalanan pengalaman untuk sampai ketingkat penyadaran, sehingga apapun yang dilaluinya adalah keindahan,” ucapnya.

 

Proses produksi Mantagi melibatkan pelaku seni dan masyarakat di berbagai lokasi syuting. Keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam menghadirkan nuansa yang autentik dan menyatu dengan realitas sosial di sekitar Sungai Batanghari.

 

Jamal, yang turut terlibat dalam produksi, bahkan merasakan langsung perubahan kondisi air yang menjadi simbol utama film ini.

 

“Sampai saya minum air itu untuk menyatuh jadi bagian situ, kita bisa lihat disitu air sudah keruh, kita jadi punya sudut pandang berbeda dengan air, air itu sudah tidak asyik lagi dalam bayangan kita, sudah keruh,” ujarnya.

 

Selama hampir satu bulan proses syuting, Mantagi dirancang bukan hanya sebagai tontonan, tetapi juga sebagai ruang kontemplasi. Melalui lima kisahnya, film ini berupaya menghidupkan kembali “mantagi” kesadaran kolektif manusia untuk kembali menghargai air, alam, dan kehidupan itu sendiri.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soal Zona Merah, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Harapkan Hasil Kerja Pansus Melahirkan Rekomendasi ke Tingkat Pusat

    Soal Zona Merah, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Harapkan Hasil Kerja Pansus Melahirkan Rekomendasi ke Tingkat Pusat

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Anggun
    • visibility 115
    • 0Komentar

    JEJAK – Permasalahan penetapan zona merah di kawasan permukiman warga Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, Provinsi Jambi, hingga kini belum menemui titik terang. Sebanyak 5.506 unit rumah warga tercatat masuk dalam wilayah yang diklaim sebagai kawasan milik Pertamina. Merespons kondisi tersebut, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly menyebutkan bahwa DPRD telah membentuk panitia khusus (pansus) […]

  • Senandung Jolo melahirkan karya bertajuk Bejolo di Ujung Tanjung Muara Jambi

    Senandung Jolo melahirkan karya bertajuk Bejolo di Ujung Tanjung Muara Jambi

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Andi
    • visibility 72
    • 0Komentar

    JEJAK – Pergelaran seni yang melibatkan ratusan anak-anak ini untuk mewariskan tradisi dan merawat ekosistem karya budaya. Senandung Jolo merupakan tradisi lisan milik masyarakat Desa Tanjung, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi. Tradisi terus berkembang karena masyarakatnya piawai mengolah pantun menjadi nyanyian, untuk merespons lingkungan. Terbatasnya jumlah penutur Senandung Jolo membuat tradisi ini terancam punah. Sanggar […]

  • Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried soal Temuan BPK: Tata Kelola Penanganan TBC Harus Optimal

    Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried soal Temuan BPK: Tata Kelola Penanganan TBC Harus Optimal

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Anggun
    • visibility 70
    • 0Komentar

    JEJAK – Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menegaskan komitmen lembaganya untuk mengawal serius temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jambi terkait lemahnya efektivitas program penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di Kota Jambi. Sorotan BPK tersebut tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) kinerja atas efektivitas pelaksanaan program penanggulangan TBC tahun anggaran 2024 hingga triwulan III […]

  • Dari Jambi untuk Distopia: Puisi-Puisi Kegelisahan Novita Sari tentang Rumah dan Masa Depan

    Dari Jambi untuk Distopia: Puisi-Puisi Kegelisahan Novita Sari tentang Rumah dan Masa Depan

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle Kurnia
    • visibility 78
    • 0Komentar

    JEJAK – Dari ruang kelas hingga lembaran puisi, Novita Sari (28) membuktikan bahwa kegelisahan bisa menjelma menjadi karya. Perempuan asal Jambi yang berprofesi sebagai guru ini kembali menorehkan jejak literasi melalui buku kumpulan puisi terbarunya yang sarat nuansa distopia dan ingatan akan tempat-tempat yang terus berkelana di benaknya. Melalui buku ini, Novita merangkai pengalaman hidup, […]

  • 11 Pasang Bujang Gadis Kota Jambi 2026 Diumumkan, Siap Promosikan Potensi Daerah

    11 Pasang Bujang Gadis Kota Jambi 2026 Diumumkan, Siap Promosikan Potensi Daerah

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Rini
    • visibility 47
    • 0Komentar

    JAMBI JEJAK – Sebanyak 11 pasang atau 22 finalis Bujang Gadis Kota Jambi 2026 resmi diumumkan pada malam penyisihan yang digelar di Atrium Mall WTC Batanghari, Selasa (28/4/2026). Mereka terpilih dari total 50 semifinalis yang sebelumnya mengikuti rangkaian seleksi. Ajang pemilihan Bujang Gadis Kota Jambi menjadi salah satu program Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Pariwisata […]

  • Waka DPRD Kota Jambi Jefrizen Serap Aspirasi Warga Alam Barajo, Soroti Jalan Rusak hingga Banjir photo_camera 1

    Waka DPRD Kota Jambi Jefrizen Serap Aspirasi Warga Alam Barajo, Soroti Jalan Rusak hingga Banjir

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Kurnia
    • visibility 37
    • 0Komentar

    JAMBI JEJAK – Wakil Ketua DPRD Kota Jambi Jefrizen menggelar kegiatan reses di Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Sabtu (4/4/2026). Dalam kegiatan tersebut, Jefrizen menyerap berbagai aspirasi masyarakat, mulai dari persoalan infrastruktur jalan hingga banjir di lingkungan permukiman. “Kita akan tindak lanjut keluhan masyarakat ini, kami setiap reses itu menampung aspirasi masyarakat, […]

expand_less