Breaking News
light_mode
Beranda » Regional » Warga Sebut Usulan Drainase Sudah Lama, Bukan Muncul Setelah Pokir DPRD Kota Jambi

Warga Sebut Usulan Drainase Sudah Lama, Bukan Muncul Setelah Pokir DPRD Kota Jambi

  • account_circle Andi
  • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
  • visibility 465

JAMBI JEJAK – Sorotan terhadap besaran anggaran pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Kota Jambi belum mereda.

Di tengah polemik mengenai potensi kepentingan tertentu dalam penganggaran pokir, warga di salah satu lokasi kegiatan justru memberikan penjelasan berbeda.

Pembangunan dan pelebaran drainase di RT 09, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi, yang masuk melalui pokir anggota DPRD Kota Jambi Naim, disebut warga berangkat dari persoalan lingkungan yang sudah mereka hadapi selama bertahun-tahun.

Ketua RT 09 Kelurahan Lingkar Selatan, Zamroni, mengatakan persoalan drainase tersebut bukan kebutuhan yang baru muncul setelah program pokir masuk.

Menurut dia, warga sudah lama mengeluhkan kondisi saluran air yang tidak mampu menampung debit air ketika hujan deras.

“Usulan ini sudah lama. Drainase di depan itu tidak tertampung, sehingga air mengalir ke rumah warga. Kalau hujan deras, ada sekitar tiga rumah yang terdampak genangan,” ujar Zamroni.

Drainase Tak Mampu Tampung Air Hujan

Zamroni menjelaskan, persoalan yang dihadapi warga bukan hanya kondisi drainase yang sudah lama, tetapi juga kapasitas saluran yang tidak lagi memadai.

Saat hujan dengan intensitas tinggi, air meluap dan mengalir ke permukiman warga. Kondisi tersebut membuat sejumlah rumah berulang kali terdampak genangan.

Warga sempat berupaya mengatasi persoalan itu secara swadaya dengan membuat parit kecil. Namun, upaya tersebut belum mampu mengatasi genangan ketika hujan deras turun.

“Awalnya parit kecil itu kami buat secara swadaya. Tapi kalau hujan deras tetap tergenang. Parit yang lama memang sudah lama dan kondisinya tidak bagus,” katanya.

Menurut Zamroni, pembangunan sekaligus pelebaran drainase menjadi kebutuhan warga karena saluran lama dinilai tidak lagi mampu mengakomodasi aliran air.

Sudah Lama Diusulkan Warga

Zamroni menegaskan, pembangunan drainase tersebut tidak muncul secara tiba-tiba setelah masuk dalam pokir anggota DPRD.

Menurut dia, usulan perbaikan sudah disampaikan warga sejak lama sebelum akhirnya ditampung melalui jalur aspirasi anggota DPRD Kota Jambi.

“Sudah lama kami usulkan. Baru kemudian ditampung lewat Pak Dewan, sekalian dilakukan pelebaran,” ujarnya.

Keterangan warga ini menjadi salah satu gambaran di tengah perdebatan mengenai pokir DPRD Kota Jambi.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian publik adalah bagaimana memastikan program yang masuk melalui pokir benar-benar berasal dari kebutuhan masyarakat dan bukan untuk kepentingan tertentu.

Dalam kasus drainase di RT 09, warga menyebut usulan tersebut berkaitan langsung dengan persoalan lingkungan yang mereka alami.

Namun, keterangan warga tersebut tidak serta-merta membuktikan bahwa seluruh proses pengusulan, pembahasan, hingga penganggaran telah sesuai dengan ketentuan. Aspek tersebut tetap menjadi bagian dari mekanisme yang perlu dilihat secara terbuka.

Tiga Rumah Terdampak Genangan

Bagi warga RT 09, keberhasilan pembangunan drainase tersebut memiliki ukuran yang sederhana, yakni tidak ada lagi air yang masuk ke rumah ketika hujan deras.

Zamroni menyebut setidaknya ada sekitar tiga rumah yang selama ini terdampak genangan akibat saluran air tidak mampu menampung debit hujan.

“Harapannya setelah diperbaiki dan dilebarkan, air bisa mengalir dengan baik dan tidak lagi masuk ke rumah warga,” katanya.

Persoalan drainase tersebut sekaligus menunjukkan kebutuhan dasar warga terhadap infrastruktur lingkungan yang memadai.

Saluran air yang tidak mampu menampung debit hujan berpotensi menimbulkan genangan dan mengganggu aktivitas warga, terutama saat hujan deras.

Karena itu, warga berharap pekerjaan yang direalisasikan melalui pokir tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi benar-benar menyelesaikan persoalan yang menjadi dasar usulan.

Pokir Bukan Anggaran Pribadi Anggota Dewan

Polemik mengenai pokir DPRD Kota Jambi sebelumnya mencuat setelah besaran alokasi yang melekat pada sejumlah unsur pimpinan DPRD menjadi perhatian publik.

Besaran tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme penentuan kegiatan, distribusi anggaran, hingga sejauh mana program yang diusulkan benar-benar merepresentasikan kebutuhan masyarakat.

Secara prinsip, pokir merupakan bagian dari proses perencanaan pembangunan daerah yang bersumber dari aspirasi masyarakat yang dihimpun anggota DPRD.

Usulan tersebut tetap harus melalui mekanisme pembahasan, verifikasi, dan penganggaran pemerintah daerah.

Artinya, adanya nama anggota DPRD dalam suatu program tidak berarti anggaran tersebut merupakan dana pribadi anggota dewan ataupun dapat digunakan secara bebas.

Di sisi lain, transparansi tetap menjadi kunci agar masyarakat dapat mengetahui asal-usul sebuah usulan, bagaimana prosesnya masuk ke dalam perencanaan, berapa nilai anggarannya, siapa pelaksananya, serta apa hasil yang diterima masyarakat.

Pada akhirnya, bagi warga RT 09, yang paling penting bukan siapa yang membawa usulan tersebut ke dalam pokir, melainkan apakah pembangunan drainase benar-benar mampu menjawab persoalan genangan yang selama ini mereka hadapi.

  • Penulis: Andi
  • Editor: Ferdy

Rekomendasi Untuk Anda

  • Krisis Keanekaragaman Hayati Meningkat, FWI dan Garda Animalia Gelar Diseminasi Riset Tata Kelola Konservasi dan Perdagangan Satwa Liar di Indonesia

    Krisis Keanekaragaman Hayati Meningkat, FWI dan Garda Animalia Gelar Diseminasi Riset Tata Kelola Konservasi dan Perdagangan Satwa Liar di Indonesia

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle pameranrockart@gmail.com
    • visibility 260
    • 0Komentar

    JEJAK – Forest Watch Indonesia (FWI) dan Garda Animalia menyelenggarakan Diseminasi Hasil Riset bertajuk “Melindungi Keanekaragaman Hayati: Evaluasi Tata Kelola Kawasan Konservasi dan Penegakan Hukum Perdagangan Satwa Liar di Indonesia” di Ruang Serbaguna, Salihara Arts Center, Jakarta. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 12 Desember 2025, pukul 09.00–12.00 WIB ini mempertemukan pemerintah, akademisi, peneliti, aparat penegak […]

  • Kejurprov Balap Sepeda FSI Jambi 2025 Resmi Dibuka, Atlet Antusias Ramaikan Tebo Jambi

    Kejurprov Balap Sepeda FSI Jambi 2025 Resmi Dibuka, Atlet Antusias Ramaikan Tebo Jambi

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 127
    • 0Komentar

    JEJAK – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Balap Sepeda Federasi Sepeda Indonesia (FSI) Jambi tahun 2025 resmi dibuka pada Jumat (12/12/25) di Gedung KONI Kabupaten Tebo. Pembukaan yang dimulai pukul 08.10 WIB berlangsung lancar dan mendapatkan antusiasme tinggi dari para atlet, pelatih, serta tamu undangan. Ketua Pengprov ISSI Jambi, AKBP Ali Sadikin, dalam sambutannya menyebut Kejurprov tahun […]

  • Wakil Gubernur Abdullah Sani Mengajak IKA UNY bersinergi Percepat Pembangunan Jambi

    Wakil Gubernur Abdullah Sani Mengajak IKA UNY bersinergi Percepat Pembangunan Jambi

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle pameranrockart@gmail.com
    • visibility 199
    • 0Komentar

    JAMBI JEJAK – Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani mengajak Dewan Pengurus Daerah Ikatan Alumni Universitas Negeri Yogyakarta (DPD IKA UNY) Provinsi Jambi memperkuat sinergi dengan alumni berbagai perguruan tinggi guna mendukung percepatan pembangunan wilayah setempat. “Organisasi alumni memiliki peran strategis dalam menghimpun potensi SDM yang dapat berkontribusi bagi kemajuan daerah melalui berbagai bidang keilmuan,” kata […]

  • Situs Candi Pematang Jering Didorong Jadi Cagar Budaya, Jejak Perdagangan Maritim Terungkap

    Situs Candi Pematang Jering Didorong Jadi Cagar Budaya, Jejak Perdagangan Maritim Terungkap

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Kurnia
    • visibility 52
    • 0Komentar

    JAMBI JEJAK – Upaya menjadikan Situs Candi Pematang Jering di Kabupaten Muaro Jambi sebagai cagar budaya terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Pemerintah, akademisi, komunitas, hingga lembaga pelestarian kebudayaan mendorong agar situs bersejarah tersebut tidak hanya dilindungi, tetapi juga lebih dikenal dan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. Dorongan itu mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) […]

  • Gerakan Langit Biru Indonesia Asri Warnai HUT Ke 25 Demokrat,  Ketua DPC Kota Jambi RR. Nully Kurniasih Ajak Kader Beri Manfaat bagi Masyarakat

    Gerakan Langit Biru Indonesia Asri Warnai HUT Ke 25 Demokrat, Ketua DPC Kota Jambi RR. Nully Kurniasih Ajak Kader Beri Manfaat bagi Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Andi
    • visibility 83
    • 0Komentar

    JAMBI JEJAK – Demokrat Tanam 200 Pohon dan Tebar 20 Ribu Benih Ikan di Danau Sipin, Wujudkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri Gerakan Langit Biru Indonesia Asri digelar di kawasan Danau Sipin, Kota Jambi, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Mengusung tema “Laskar […]

  • Candi Pematang Jering Didorong Jadi Cagar Budaya, Pemerintah dan Akademisi Satukan Komitmen

    Candi Pematang Jering Didorong Jadi Cagar Budaya, Pemerintah dan Akademisi Satukan Komitmen

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Andi
    • visibility 65
    • 0Komentar

    JAMBI JEJAK – Situs Candi Pematang Jering di Kabupaten Muaro Jambi didorong untuk mendapat status sebagai cagar budaya. Pemerintah daerah, Balai Pelestarian Kebudayaan, akademisi, hingga masyarakat lokal mulai menyatukan komitmen untuk memastikan situs bersejarah tersebut tidak luput dari upaya pelestarian. Komitmen itu dituangkan dalam petisi yang ditandatangani sejumlah pihak dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) […]

expand_less