Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Krisis Keanekaragaman Hayati Meningkat, FWI dan Garda Animalia Gelar Diseminasi Riset Tata Kelola Konservasi dan Perdagangan Satwa Liar di Indonesia

Krisis Keanekaragaman Hayati Meningkat, FWI dan Garda Animalia Gelar Diseminasi Riset Tata Kelola Konservasi dan Perdagangan Satwa Liar di Indonesia

  • account_circle pameranrockart@gmail.com
  • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
  • visibility 222

JEJAK – Forest Watch Indonesia (FWI) dan Garda Animalia menyelenggarakan Diseminasi Hasil Riset bertajuk “Melindungi Keanekaragaman Hayati: Evaluasi Tata Kelola Kawasan Konservasi dan Penegakan Hukum Perdagangan Satwa Liar di Indonesia” di Ruang Serbaguna, Salihara Arts Center, Jakarta.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 12 Desember 2025, pukul 09.00–12.00 WIB ini mempertemukan pemerintah, akademisi, peneliti, aparat penegak hukum, LSM, dan media untuk mendiskusikan temuan riset terbaru mengenai kondisi kawasan konservasi dan maraknya perdagangan satwa liar ilegal di Indonesia.

Perwakilan pemerintah melalui Ditjen KSDAE mengapresiasi riset FWI dan Garda Animalia sebagai bentuk kepedulian yang penting untuk menjadi bahan evaluasi bagi para pemangku kebijakan. Pemerintah menjelaskan bahwa saat ini KSDAE mengelola 579 unit kawasan konservasi dengan total luas sekitar 27,02 juta hektare, termasuk 1,8 juta hektare opened area yang menghadapi tantangan berat seperti perambahan, pemukiman, perubahan iklim, fragmentasi habitat, dan penurunan populasi satwa.

Di sekitar kawasan konservasi terdapat lebih dari 7.000 desa yang turut memengaruhi dinamika ancaman maupun peluang pemulihan. Pemerintah menegaskan bahwa kawasan konservasi tidak pernah mengeluarkan izin untuk perusahaan, dan upaya pemulihan terus diperkuat, termasuk melalui kerja Satgas PKH yang berhasil mengembalikan sejumlah kawasan seperti Tesso Nilo ke negara.

Dalam riset terbaru FWI dan Garda Animalia, ditemukan bahwa deforestasi di kawasan konservasi meningkat dari sekitar 10% pada periode 2017–2021 menjadi 16% pada periode 2021–2023. Bahkan, Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) dan area bernilai ekologis tinggi di luar kawasan konservasi formal mengalami tekanan yang lebih berat. Selama 2017–2023, deforestasi di KEE mencapai sekitar 3,49 juta hektare, menunjukkan lemahnya perlindungan di luar jaringan konservasi negara.

“Fakta bahwa deforestasi justru meningkat di kawasan yang seharusnya paling dilindungi menunjukkan ada yang sangat tidak beres dalam tata kelola konservasi kita. Aturan ada, tetapi pengawasan dan implementasinya tertinggal jauh di belakang,” ujar Respati Bayu K. dari FWI dalam pemaparannya.

Menyikapi ancaman deforestasi dalam kawasan konservasi tersebut pihak KSDAE menyerukan komitmennya terkait pemulihan ekosistem dan biodiversitas di dalamnya.

“Kami sedang bergeser dari sekadar mengembalikan kawasan, menuju fokus pada pemulihan ekosistem secara menyeluruh. Pemulihan biodiversitas tidak bisa dicapai dalam waktu singkat, tetapi komitmen kami jelas dan terus berjalan,” ucap perwakilan KSDAE.

Selain ancaman pada kawasan hutan, perdagangan satwa liar ilegal juga terus marak.

Meski Undang-Undang 32/2024 telah memperkuat sanksi terhadap pelaku kejahatan satwa, hingga saat ini praktik penegakan hukum di Indonesia dinilai masih belum mampu menghasilkan efek jera.

Inkonsistensi vonis, lemahnya kolaborasi antar-aparat, dan berulangnya kasus perdagangan satwa dilindungi menunjukkan bahwa kerangka hukum belum diimplementasikan secara efektif.

“Selama orientasi hukum kita masih melihat kejahatan terhadap satwa liar sebagai pelanggaran kecil, maka penegakan hukum tidak akan pernah efektif. Kita lupa bahwa ini adalah kejahatan terorganisir yang merusak ekosistem secara sistemik,” tegas Vania Erlangga, Perwakilan Garda Animalia.

Berdasarkan data dari laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara, yang dikutip dalam riset Forest Watch Indonesia dan Garda Animalia menunjukan terdapat 139 jumlah perkara yang ditangani oleh Pengadilan Negeri di seluruh Indonesia pada tahun 2017 hingga tahun 2025. Angka ini menunjukkan ekspansi aktivitas perdagangan satwa liar yang sulit dikendalikan serta mengindikasikan bahwa jalur litigasi pidana masih menjadi instrumen utama dalam merespons kejahatan tersebut.

“Kita tidak bisa berharap efek jera muncul hanya dengan menaikkan sanksi, karena yang menentukan adalah probabilitas hukuman itu benar-benar dijatuhkan,” jelas Prof. Dr. M. R. Andri Gunawan Wibisana, S.H., LL.M, Akademisi Hukum Lingkungan Universitas Indonesia

Selain menyinggung masifnya jumlah perdagangan satwa liar, dalam hasil riset ini juga ditekanakan bagaimana dampak dari lemahnya implementasi hukum di Indonesia, khususnya UU 32/2024.

“Indonesia membutuhkan tata kelola kawasan konservasi yang tegas dan penegakan hukum yang tidak tebang pilih. Tanpa itu, spesies kunci akan selalu menghadapi keterancaman, ” ujar Dr. Ir. Much. Taufik Tri Hermawan, S.Hut., M.Si. IPU., Akademisi Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada.

Melalui riset ini, FWI dan Garda Animalia menyerukan komitmen nyata dari pemerintah, aparat penegak hukum, sektor akademik, dan masyarakat sipil untuk bersama-sama menghentikan laju krisis keanekaragaman hayati. Karena hasil riset ini bukan hanya catatan akademik, tetapi sebuah peringatan bahwa Indonesia memerlukan reformasi mendasar untuk menyelamatkan keanekaragaman hayatinya.

Tanpa langkah konkrit yang mendesak, Indonesia beresiko kehilangan lebih banyak ekosistem kunci dan spesies yang menjadi penopang keseimbangan alam. Melalui pemaparan temuan ini, FWI dan Garda Animalia berharap lahirnya kolaborasi lintas sektor yang mampu mendorong perlindungan satwa liar dan kawasan konservasi yang lebih efektif dan berkeadilan.

“Keanekaragaman hayati Indonesia berada di titik kritis. Tanpa langkah konkret dan kolaboratif, kehilangan spesies dan kerusakan ekosistem akan semakin sulit dipulihkan. Riset ini adalah pemicu untuk membangun kebijakan yang lebih kuat dan respons yang lebih cepat,” tegas Hermawan dari Forest Watch Indonesia.

  • Penulis: pameranrockart@gmail.com
  • Editor: Ferdy

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Gubernur Abdullah Sani Mengajak IKA UNY bersinergi Percepat Pembangunan Jambi

    Wakil Gubernur Abdullah Sani Mengajak IKA UNY bersinergi Percepat Pembangunan Jambi

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle pameranrockart@gmail.com
    • visibility 183
    • 0Komentar

    JAMBI JEJAK – Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani mengajak Dewan Pengurus Daerah Ikatan Alumni Universitas Negeri Yogyakarta (DPD IKA UNY) Provinsi Jambi memperkuat sinergi dengan alumni berbagai perguruan tinggi guna mendukung percepatan pembangunan wilayah setempat. “Organisasi alumni memiliki peran strategis dalam menghimpun potensi SDM yang dapat berkontribusi bagi kemajuan daerah melalui berbagai bidang keilmuan,” kata […]

  • Waka DPRD Kota Jambi Jefrizen Serap Aspirasi Warga Alam Barajo, Soroti Jalan Rusak hingga Banjir photo_camera 1

    Waka DPRD Kota Jambi Jefrizen Serap Aspirasi Warga Alam Barajo, Soroti Jalan Rusak hingga Banjir

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Kurnia
    • visibility 82
    • 0Komentar

    JAMBI JEJAK – Wakil Ketua DPRD Kota Jambi Jefrizen menggelar kegiatan reses di Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Sabtu (4/4/2026). Dalam kegiatan tersebut, Jefrizen menyerap berbagai aspirasi masyarakat, mulai dari persoalan infrastruktur jalan hingga banjir di lingkungan permukiman. “Kita akan tindak lanjut keluhan masyarakat ini, kami setiap reses itu menampung aspirasi masyarakat, […]

  • Karnaval Budaya hingga Cek Kesehatan Gratis Meriahkan HUT ke-81 RI di Lingkar Selatan Jambi

    Karnaval Budaya hingga Cek Kesehatan Gratis Meriahkan HUT ke-81 RI di Lingkar Selatan Jambi

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Andi
    • visibility 50
    • 0Komentar

    JAMBI JEJAK – Beragam pakaian dan nuansa budaya mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi, Minggu (30/8/2026). Warga dari RT 11, RT 12, RT 13, RT 41, RT 42, dan RT 43 tumpah ruah mengikuti karnaval budaya yang digelar sebagai bagian dari perayaan […]

  • Candi Pematang Jering Didorong Jadi Cagar Budaya, Pemerintah dan Akademisi Satukan Komitmen

    Candi Pematang Jering Didorong Jadi Cagar Budaya, Pemerintah dan Akademisi Satukan Komitmen

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Andi
    • visibility 33
    • 0Komentar

    JAMBI JEJAK – Situs Candi Pematang Jering di Kabupaten Muaro Jambi didorong untuk mendapat status sebagai cagar budaya. Pemerintah daerah, Balai Pelestarian Kebudayaan, akademisi, hingga masyarakat lokal mulai menyatukan komitmen untuk memastikan situs bersejarah tersebut tidak luput dari upaya pelestarian. Komitmen itu dituangkan dalam petisi yang ditandatangani sejumlah pihak dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) […]

  • Maybank Indonesia Perkuat Sinergi Lintas Batas dengan TSH Group

    Maybank Indonesia Perkuat Sinergi Lintas Batas dengan TSH Group

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle pameranrockart@gmail.com
    • visibility 106
    • 0Komentar

    JEJAK – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (“Maybank Indonesia”) memperkuat sinergi lintas batas di segmen Perbankan Global (Global Banking), khususnya di bidang Treasury melalui kemitraan strategis dengan TSH Group. TSH Group dimiliki grup besar asal Malaysia dengan fokus usaha di bidang minyak kelapa sawit dan perkebunan dengan wilayah operasional di Indonesia. Sinergi lintas batas ini […]

  • Daftar 10 Pecatur India Sepanjang Masa: Viswanathan Anand Nomor 1

    Daftar 10 Pecatur India Sepanjang Masa: Viswanathan Anand Nomor 1

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Nasrul
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Vismanathan Anand: Legenda Catur India Yang Tak Tertandingi Viswanathan Anand adalah grandmaster catur legendaris asal India, lahir pada 11 Desember 1969 di Mayiladuthurai, Tamil Nadu. Dijuluki “Tiger of Madras”, Anand mencatat namanya sebagai salah satu pecatur terbaik dalam sejarah dunia. Ia merupakan satu-satunya pecatur yang berhasil memenangkan Kejuaraan Dunia Catur dalam tiga format sekaligus – Klasik, Cepat, dan Blitz […]

expand_less