Breaking News
light_mode
Beranda » Regional » Warga Sebut Usulan Drainase Sudah Lama, Bukan Muncul Setelah Pokir DPRD Kota Jambi

Warga Sebut Usulan Drainase Sudah Lama, Bukan Muncul Setelah Pokir DPRD Kota Jambi

  • account_circle Andi
  • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
  • visibility 432

JAMBI JEJAK – Sorotan terhadap besaran anggaran pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Kota Jambi belum mereda.

Di tengah polemik mengenai potensi kepentingan tertentu dalam penganggaran pokir, warga di salah satu lokasi kegiatan justru memberikan penjelasan berbeda.

Pembangunan dan pelebaran drainase di RT 09, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi, yang masuk melalui pokir anggota DPRD Kota Jambi Naim, disebut warga berangkat dari persoalan lingkungan yang sudah mereka hadapi selama bertahun-tahun.

Ketua RT 09 Kelurahan Lingkar Selatan, Zamroni, mengatakan persoalan drainase tersebut bukan kebutuhan yang baru muncul setelah program pokir masuk.

Menurut dia, warga sudah lama mengeluhkan kondisi saluran air yang tidak mampu menampung debit air ketika hujan deras.

“Usulan ini sudah lama. Drainase di depan itu tidak tertampung, sehingga air mengalir ke rumah warga. Kalau hujan deras, ada sekitar tiga rumah yang terdampak genangan,” ujar Zamroni.

Drainase Tak Mampu Tampung Air Hujan

Zamroni menjelaskan, persoalan yang dihadapi warga bukan hanya kondisi drainase yang sudah lama, tetapi juga kapasitas saluran yang tidak lagi memadai.

Saat hujan dengan intensitas tinggi, air meluap dan mengalir ke permukiman warga. Kondisi tersebut membuat sejumlah rumah berulang kali terdampak genangan.

Warga sempat berupaya mengatasi persoalan itu secara swadaya dengan membuat parit kecil. Namun, upaya tersebut belum mampu mengatasi genangan ketika hujan deras turun.

“Awalnya parit kecil itu kami buat secara swadaya. Tapi kalau hujan deras tetap tergenang. Parit yang lama memang sudah lama dan kondisinya tidak bagus,” katanya.

Menurut Zamroni, pembangunan sekaligus pelebaran drainase menjadi kebutuhan warga karena saluran lama dinilai tidak lagi mampu mengakomodasi aliran air.

Sudah Lama Diusulkan Warga

Zamroni menegaskan, pembangunan drainase tersebut tidak muncul secara tiba-tiba setelah masuk dalam pokir anggota DPRD.

Menurut dia, usulan perbaikan sudah disampaikan warga sejak lama sebelum akhirnya ditampung melalui jalur aspirasi anggota DPRD Kota Jambi.

“Sudah lama kami usulkan. Baru kemudian ditampung lewat Pak Dewan, sekalian dilakukan pelebaran,” ujarnya.

Keterangan warga ini menjadi salah satu gambaran di tengah perdebatan mengenai pokir DPRD Kota Jambi.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian publik adalah bagaimana memastikan program yang masuk melalui pokir benar-benar berasal dari kebutuhan masyarakat dan bukan untuk kepentingan tertentu.

Dalam kasus drainase di RT 09, warga menyebut usulan tersebut berkaitan langsung dengan persoalan lingkungan yang mereka alami.

Namun, keterangan warga tersebut tidak serta-merta membuktikan bahwa seluruh proses pengusulan, pembahasan, hingga penganggaran telah sesuai dengan ketentuan. Aspek tersebut tetap menjadi bagian dari mekanisme yang perlu dilihat secara terbuka.

Tiga Rumah Terdampak Genangan

Bagi warga RT 09, keberhasilan pembangunan drainase tersebut memiliki ukuran yang sederhana, yakni tidak ada lagi air yang masuk ke rumah ketika hujan deras.

Zamroni menyebut setidaknya ada sekitar tiga rumah yang selama ini terdampak genangan akibat saluran air tidak mampu menampung debit hujan.

“Harapannya setelah diperbaiki dan dilebarkan, air bisa mengalir dengan baik dan tidak lagi masuk ke rumah warga,” katanya.

Persoalan drainase tersebut sekaligus menunjukkan kebutuhan dasar warga terhadap infrastruktur lingkungan yang memadai.

Saluran air yang tidak mampu menampung debit hujan berpotensi menimbulkan genangan dan mengganggu aktivitas warga, terutama saat hujan deras.

Karena itu, warga berharap pekerjaan yang direalisasikan melalui pokir tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi benar-benar menyelesaikan persoalan yang menjadi dasar usulan.

Pokir Bukan Anggaran Pribadi Anggota Dewan

Polemik mengenai pokir DPRD Kota Jambi sebelumnya mencuat setelah besaran alokasi yang melekat pada sejumlah unsur pimpinan DPRD menjadi perhatian publik.

Besaran tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme penentuan kegiatan, distribusi anggaran, hingga sejauh mana program yang diusulkan benar-benar merepresentasikan kebutuhan masyarakat.

Secara prinsip, pokir merupakan bagian dari proses perencanaan pembangunan daerah yang bersumber dari aspirasi masyarakat yang dihimpun anggota DPRD.

Usulan tersebut tetap harus melalui mekanisme pembahasan, verifikasi, dan penganggaran pemerintah daerah.

Artinya, adanya nama anggota DPRD dalam suatu program tidak berarti anggaran tersebut merupakan dana pribadi anggota dewan ataupun dapat digunakan secara bebas.

Di sisi lain, transparansi tetap menjadi kunci agar masyarakat dapat mengetahui asal-usul sebuah usulan, bagaimana prosesnya masuk ke dalam perencanaan, berapa nilai anggarannya, siapa pelaksananya, serta apa hasil yang diterima masyarakat.

Pada akhirnya, bagi warga RT 09, yang paling penting bukan siapa yang membawa usulan tersebut ke dalam pokir, melainkan apakah pembangunan drainase benar-benar mampu menjawab persoalan genangan yang selama ini mereka hadapi.

  • Penulis: Andi
  • Editor: Ferdy

Rekomendasi Untuk Anda

  • Krisis Keanekaragaman Hayati Meningkat, FWI dan Garda Animalia Gelar Diseminasi Riset Tata Kelola Konservasi dan Perdagangan Satwa Liar di Indonesia

    Krisis Keanekaragaman Hayati Meningkat, FWI dan Garda Animalia Gelar Diseminasi Riset Tata Kelola Konservasi dan Perdagangan Satwa Liar di Indonesia

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle pameranrockart@gmail.com
    • visibility 222
    • 0Komentar

    JEJAK – Forest Watch Indonesia (FWI) dan Garda Animalia menyelenggarakan Diseminasi Hasil Riset bertajuk “Melindungi Keanekaragaman Hayati: Evaluasi Tata Kelola Kawasan Konservasi dan Penegakan Hukum Perdagangan Satwa Liar di Indonesia” di Ruang Serbaguna, Salihara Arts Center, Jakarta. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 12 Desember 2025, pukul 09.00–12.00 WIB ini mempertemukan pemerintah, akademisi, peneliti, aparat penegak […]

  • Film Mantagi, Menyusuri Batanghari dan Menghidupkan Kembali Kesadaran Manusia di Wilayah Jambi

    Film Mantagi, Menyusuri Batanghari dan Menghidupkan Kembali Kesadaran Manusia di Wilayah Jambi

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Andi
    • visibility 157
    • 0Komentar

    JEJAK – Film Mantagi hadir sebagai karya sinema antologi yang mengangkat relasi manusia dan air melalui perjalanan hulu hingga hilir Sungai Batanghari. Lewat lima cerita yang berdiri sendiri, film ini merangkai satu benang merah tentang kesadaran atau yang disebut sebagai “mantagi” yang kian memudar dalam diri manusia.   Pengambilan gambar dilakukan di sejumlah wilayah di […]

  • Situs Candi Pematang Jering Didorong Jadi Cagar Budaya, Jejak Perdagangan Maritim Terungkap

    Situs Candi Pematang Jering Didorong Jadi Cagar Budaya, Jejak Perdagangan Maritim Terungkap

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Kurnia
    • visibility 15
    • 0Komentar

    JAMBI JEJAK – Upaya menjadikan Situs Candi Pematang Jering di Kabupaten Muaro Jambi sebagai cagar budaya terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Pemerintah, akademisi, komunitas, hingga lembaga pelestarian kebudayaan mendorong agar situs bersejarah tersebut tidak hanya dilindungi, tetapi juga lebih dikenal dan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. Dorongan itu mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) […]

  • Waka DPRD Kota Jambi Jefrizen Serap Aspirasi Warga Alam Barajo, Soroti Jalan Rusak hingga Banjir photo_camera 1

    Waka DPRD Kota Jambi Jefrizen Serap Aspirasi Warga Alam Barajo, Soroti Jalan Rusak hingga Banjir

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Kurnia
    • visibility 82
    • 0Komentar

    JAMBI JEJAK – Wakil Ketua DPRD Kota Jambi Jefrizen menggelar kegiatan reses di Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Sabtu (4/4/2026). Dalam kegiatan tersebut, Jefrizen menyerap berbagai aspirasi masyarakat, mulai dari persoalan infrastruktur jalan hingga banjir di lingkungan permukiman. “Kita akan tindak lanjut keluhan masyarakat ini, kami setiap reses itu menampung aspirasi masyarakat, […]

  • Presiden Prabowo Benahi BGN, Anggota DPRD Kota Jambi Abdul Gani Yakin Program MBG Mampu Tingkatkan Gizi dan Kesejahteraan

    Presiden Prabowo Benahi BGN, Anggota DPRD Kota Jambi Abdul Gani Yakin Program MBG Mampu Tingkatkan Gizi dan Kesejahteraan

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Andi
    • visibility 116
    • 0Komentar

    JAMBIJEJAK – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jambi, Abdul Gani, S.H menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah pusat melakukan penyegaran kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola kelembagaan guna memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan semakin optimal dan memberikan manfaat yang […]

  • Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried soal Temuan BPK: Tata Kelola Penanganan TBC Harus Optimal

    Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried soal Temuan BPK: Tata Kelola Penanganan TBC Harus Optimal

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Anggun
    • visibility 106
    • 0Komentar

    JEJAK – Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menegaskan komitmen lembaganya untuk mengawal serius temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jambi terkait lemahnya efektivitas program penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di Kota Jambi. Sorotan BPK tersebut tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) kinerja atas efektivitas pelaksanaan program penanggulangan TBC tahun anggaran 2024 hingga triwulan III […]

expand_less