Breaking News
light_mode
Beranda » Budaya » Senandung Jolo melahirkan karya bertajuk Bejolo di Ujung Tanjung Muara Jambi

Senandung Jolo melahirkan karya bertajuk Bejolo di Ujung Tanjung Muara Jambi

  • account_circle Andi
  • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
  • visibility 95

JEJAK – Pergelaran seni yang melibatkan ratusan anak-anak ini untuk mewariskan tradisi dan merawat ekosistem karya budaya.

Senandung Jolo merupakan tradisi lisan milik masyarakat Desa Tanjung, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi. Tradisi terus berkembang karena masyarakatnya piawai mengolah pantun menjadi nyanyian, untuk merespons lingkungan. Terbatasnya jumlah penutur Senandung Jolo membuat tradisi ini terancam punah.

Sanggar Seni Mengorak Silo yang menjadi rumah Senandung Jolo, kini menyisakan tiga penutur yakni Wak Degum, Wak Zuhdi dan Wak Mariam. Tahun ini mereka menerima hibah Dana Indonesiana dari Kemdikbudristek.

Untuk mewujudkan merdeka belajar dan merdeka berbudaya mereka pun berkoloborasi dengan seniman musik yakni Muhammad Taufiq Hidayat, Fino Andreka, Dwi Putra Yan Ramadona dan Anggi Okfrida. Kemudian seniman tari perempuan, Ajeng Briliant serta seniman teater Suwandi Wendy.

Wujud kolaborasi mementaskan karya Bejolo di Ujung Tanjung yang menawarkan pengalaman impresif dan imersif (immersive).

Sebuah karya pertunjukkan yang menggabungkan berbagai elemen seni dan teknologi. Dan menggunakan pendekatan interaktif dan multisensorial untuk merayakan kekayaan kesenian Senandung Jolo sembari menjebatani tradisi dan inovasi kontemporer.

Dalam dunia yang semakin global, penting untuk menjaga dan mempromosikan warisan budaya kita dengan cara yang dapat diterima dan dinikmati generasi muda dan audiens internasional. Bajolo do Ujung Tanjung bukan hanya tentang pengembangan kesenian tradisional dalam upaya menjaga warisan budaya tapi juga tentang menciptakan masa depan yang lebih kaya, beragam dan harmonis.

“Kolaborasi bersama maestro adalah kunci untuk menghormati masa lalu sambil membangun jembatan menuju masa depan yang lebih baik,” kata Muhammad Tuafiq Hidayat, Sabtu (20/7/2024).

Ia mengatakan melalui kombinasi musik, tari, teater dan sastra pada pementasan Bejolo di Ujung Tanjung menciptakan sebuah narasi yang mengajak penonton, untuk menjelajahi dan merasakan berbagai aspek dari setiap kreativitas, perjalanan emosional dan kultural setiap individu dalam menafsirkan harmoni antara tradisi dan modrenitas.

“Setiap elemen seni tidak hanya ditampilkan secara terpisah tetapi juga diintegrasikan secara harmonis untuk menghasilkan pengalaman yang tak terlupakan yang diharapkan dapat memperkaya pemahaman audiens tentang Senandung Jolo dan potensi kreatifnya dalam konteks dunia hari ini,” kata Taufiq.

Pewarisan Tanpa Batas

Senandung Jolo berkembang di Desa Tanjung. Tetapi pewarisan tak terbatas ruang dan waktu yang mencari ‘inang’ untuk tumbuh di setiap zaman. Dengan mengajarkan Senandung Jolo kepada ratusan anak yang berada di Kecamatan Kumpeh, maka proses pewarisan sudah berjalan.

Setidaknya dalam diri anak-anak muncul rasa kepemilikan terhadap karya budaya yang telah menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.

“Kita ingin mewariskan tradisi Bejolo pada anak-anak, generasi selanjutnya yang akan mengisi zaman. Agar proses pewarisan lebih kuat dan mendalam, kita harus berkolaborasi dengan seniman lain dan banyak pihak,” kata sang maestro, Zuhdi.

Ketua Sanggar Seni Mengorak Silo merasa terharu ketika anak-anak naik ke atas panggung dengan penuh percaya diri. Senandung Jolo dirayakan dengan gemilang dan diapresiasi secara mendalam. “Agenda yang berjalan sudah sesuai amanat Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan,” kata Zuhdi.

Meskipun pewarisan sudah berjalan dengan baik, Zuhdi masih menyisakan kecemasan, sebab daya dukung ekosistem karya budaya Senandung Jolo mulai terganggu.

Gangguan budaya asing, tentu berpotensi meruntuhkan kebanggan generasi muda terhadap budaya lokal. Sehingga dia berharap karya budaya yang telah menjadi WBTB Indonesia dapat diajarkan ke sekolah secara rutin.

Isu Perempuan dan Lingkungan

Seniman tari Perempuan, Ajeng Briliant menilai aktivitas tradisi Senandung Jolo begitu kuat dengan aktivitas para Perempuan. Aktivitas perempuan di sawah mulai dari gotong royong menugal (tanam padi) sampai dengan panen senantiasa menyelipkan Senandung Jolo.

Aktivitas Senandung Jolo yang berkaitan dengan pertanian sedikit menurun, karena adanya pergeseran mata pencarian dari sawah ke perkebunan sawit. Sehingga sedikit sekali Perempuan yang terlibat dalam aktivitas Bejolo.

Hal senada disampaikan Suwandi Wendy. Seniman teater ini menyumbang kritik sosial dalam garapan Bejolo di Ujung Tanjung. Menurunnya kualitas lingkungan turut mempengaruhi Senandung Jolo. Pasalnya bahan baku alat musik gambang, yang digunakan untuk menunjang pertunjukkan Bejolo kini sudah sulit ditemukan di alam.

Penyebab utamanya tentu alih fungsi hutan menjadi perkebunan sawit secara masif. Sehingga keberadaan kayu mahang sulit ditemukan. Padahal kayu mahang menjadi bahan baku utama, yang tak bisa digantikan dengan bahan lain.

“Kita harus melihat Senandung Jolo secara utuh, dari hulu sampai hilir. Tidak ada alat musik gambang yang baik, jika tidak ada kayu mahang. Semua itu berhubungan dan saling mendukung,” kata Wendy.

Pertunjukkan Bejolo di Ujung Tanjung akan mementaskan pertunjukkan mulai dari arak-arakan kompangan. Selanjutnya penonton akan digiring suara-suara Senandung Jolo untuk menghampiri panggung-panggung kecil. Pada panggung-panggung itu, anak-anak sudah bersiap untuk menghibur penonton dengan keterampilan memainkan berbagai instrumen musik, gerak, permainan anak tradisional dan silat kampung.

Selanjutnya pementasan panggung kecil akan ditutup dengan pembacaan piagam Batanghari, untuk mengingatkan publik tentang kearifan leluhur dalam menjaga mata air, hutan, sungai dan lingkungan. Kemudian baru muncul sajian utama, garapan musik bersama maestro, tari massal dan teater yang memikat.

  • Penulis: Andi
  • Editor: Anggun

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried soal Temuan BPK: Tata Kelola Penanganan TBC Harus Optimal

    Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried soal Temuan BPK: Tata Kelola Penanganan TBC Harus Optimal

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Anggun
    • visibility 106
    • 0Komentar

    JEJAK – Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menegaskan komitmen lembaganya untuk mengawal serius temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jambi terkait lemahnya efektivitas program penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di Kota Jambi. Sorotan BPK tersebut tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) kinerja atas efektivitas pelaksanaan program penanggulangan TBC tahun anggaran 2024 hingga triwulan III […]

  • Eksplorasi Ekspresi, Majha Merilis Nomor Pertama Bertajuk “Tutur”

    Eksplorasi Ekspresi, Majha Merilis Nomor Pertama Bertajuk “Tutur”

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Andi
    • visibility 118
    • 0Komentar

    JEJAK –  Majha adalah unit duo asal Jambi yang beranggotakan Zulvi Raphael (Synthesizer) dan Gati Febri Sasongko (Bass). Duo ini mengusung genre musik Fluid, sebuah pendekatan musikal yang dinamis dan fleksibel. Dengan memadukan melodi, instrumen, serta sentuhan “tutti” yang khas, Majha menghadirkan warna musik yang cair tanpa terikat pada satu pakem genre tertentu. Identitas Fluid […]

  • Waka DPRD Kota Jambi Jefrizen Serap Aspirasi Warga Alam Barajo, Soroti Jalan Rusak hingga Banjir photo_camera 1

    Waka DPRD Kota Jambi Jefrizen Serap Aspirasi Warga Alam Barajo, Soroti Jalan Rusak hingga Banjir

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Kurnia
    • visibility 82
    • 0Komentar

    JAMBI JEJAK – Wakil Ketua DPRD Kota Jambi Jefrizen menggelar kegiatan reses di Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Sabtu (4/4/2026). Dalam kegiatan tersebut, Jefrizen menyerap berbagai aspirasi masyarakat, mulai dari persoalan infrastruktur jalan hingga banjir di lingkungan permukiman. “Kita akan tindak lanjut keluhan masyarakat ini, kami setiap reses itu menampung aspirasi masyarakat, […]

  • Dari Danau Sipin, DPD dan DPC Demokrat Kota Jambi Gaungkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri di HUT ke 25 Demokrat

    Dari Danau Sipin, DPD dan DPC Demokrat Kota Jambi Gaungkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri di HUT ke 25 Demokrat

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Andi
    • visibility 42
    • 0Komentar

    JAMBI JEJAK – Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat di Kota Jambi diisi dengan aksi peduli lingkungan melalui Gerakan Langit Biru Indonesia Asri. Kegiatan yang berlangsung di kawasan Danau Sipin, Jumat (10/7/2026), menjadi bagian dari gerakan nasional yang dilaksanakan serentak oleh Partai Demokrat di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung tema “Laskar Biru, […]

  • Reses Tahap III, Anggota DPRD Kota Jambi Muslim Serap Aspirasi Warga RT 27 dan Dorong Penguatan UMKM di Alam Barajo

    Reses Tahap III, Anggota DPRD Kota Jambi Muslim Serap Aspirasi Warga RT 27 dan Dorong Penguatan UMKM di Alam Barajo

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Andi
    • visibility 224
    • 0Komentar

    JEJAK – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jambi kembali melaksanakan kegiatan reses Tahap III, kali ini berlangsung di RT 27 Kecamatan Alam Barajo. Reses tersebut dihadiri langsung oleh Anggota DPRD Kota Jambi Dapil Alam Barajo, Muslim Taher, yang bertemu warga untuk menyerap aspirasi serta menyampaikan program yang telah dan akan dijalankan. Dalam kesempatan itu, […]

  • Film Mantagi, Menyusuri Batanghari dan Menghidupkan Kembali Kesadaran Manusia di Wilayah Jambi

    Film Mantagi, Menyusuri Batanghari dan Menghidupkan Kembali Kesadaran Manusia di Wilayah Jambi

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Andi
    • visibility 157
    • 0Komentar

    JEJAK – Film Mantagi hadir sebagai karya sinema antologi yang mengangkat relasi manusia dan air melalui perjalanan hulu hingga hilir Sungai Batanghari. Lewat lima cerita yang berdiri sendiri, film ini merangkai satu benang merah tentang kesadaran atau yang disebut sebagai “mantagi” yang kian memudar dalam diri manusia.   Pengambilan gambar dilakukan di sejumlah wilayah di […]

expand_less