Dari Cagar Budaya ke Lembaran Batik, Kreativitas Juniana Angkat Motif Muarajambi
- account_circle Rini
- calendar_month Kamis, 4 Des 2025
- visibility 90
- comment 0 komentar

JEJAK – Juniana (33), seorang pengrajin batik asal Desa Muaro Jambi, telah menekuni dunia membatik sejak 2013. Perjalanannya dimulai dari berbagai pelatihan—mulai dari batik tulis, batik cap, hingga kombinasi keduanya, yang kemudian mengasah keterampilannya hingga menjadi salah satu perajin yang diperhitungkan di wilayahnya.
Karya batik Juniana tidak hanya dituangkan pada lembaran kain, tetapi juga merambah ke berbagai bentuk produk kreatif seperti tas, baju, tengkuluk, lacak, hingga kipas. Dalam proses produksi, ia tidak bekerja sendiri. Sang suami turut membantu melukiskan motif-motif batik serta mewarnainya, menjadikan setiap karya lahir dari kolaborasi hangat dalam keluarga kecilnya.
Inspirasi Juniana datang dari lingkungan terdekatnya: tinggalan sejarah di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Kompleks Percandian Muarajambi. Beragam motif batiknya merepresentasikan ikon-ikon penting seperti Candi Gumpung, Candi Tinggi, dan Gapura Candi. Ia juga menciptakan motif flora yang terinspirasi dari arca Prajnaparamitha dan wajra yang tersimpan di Museum Candi Muarajambi.
“Diharapkan dengan dilukiskannya motif candi pada kain batik Jambi menjadi cara memperkenalkan Candi Muarajambi kepada masyarakat banyak”, ungkap Juliana, Rabu, (5/10/2022).
Untuk memasarkan karyanya, Juniana aktif mengikuti berbagai pameran yang diselenggarakan pemerintah daerah. Tak hanya memproduksi batik, ia juga membuka pelatihan membatik bagi para gadis di desanya. Langkah ini ia lakukan agar generasi muda dapat terus melestarikan batik khas kawasan percandian Muarajambi warisan budaya yang tak hanya indah, tetapi juga sarat makna sejarah.
- Penulis: Rini
- Editor: Andi

Saat ini belum ada komentar