Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried soal Temuan BPK: Tata Kelola Penanganan TBC Harus Optimal
- account_circle Anggun
- calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
- visibility 43
- comment 0 komentar

JEJAK – Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menegaskan komitmen lembaganya untuk mengawal serius temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jambi terkait lemahnya efektivitas program penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di Kota Jambi.
Sorotan BPK tersebut tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) kinerja atas efektivitas pelaksanaan program penanggulangan TBC tahun anggaran 2024 hingga triwulan III 2025. Dalam laporan itu, BPK menilai upaya Pemerintah Kota Jambi dalam penemuan dan penanganan kasus TBC masih belum berjalan optimal.
Kepala BPK Perwakilan Provinsi Jambi, M Toha Arafat, mengungkapkan bahwa penemuan kasus TBC, baik secara pasif berbasis fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) maupun secara aktif berbasis institusi dan komunikasi, belum dilaksanakan secara memadai.
“Upaya penumpasan kasus TBC, alat X-ray belum tersedia pada seluruh Puskesmas, belum ditetapkannya target screening berdasarkan pemetaan wilayah,” ujarnya saat memberikan sambutan di Gedung BPK Perwakilan Provinsi Jambi, Rabu (14/1/2026).
Selain keterbatasan sarana, BPK juga menyoroti belum optimalnya pelibatan kader dan tokoh masyarakat dalam kegiatan investigasi kontak. Tak hanya itu, persoalan pencatatan dan pelaporan data kasus TBC pada Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) dinilai masih belum lengkap dan akurat.
“Hasil skrining cek kesehatan gratis yang menunjukkan gejala atau tanda TBC belum seluruhnya dilaporkan dalam SITB, pencatatan kasus TBC pada SITB tidak lengkap, dan belum seluruh fasyankes aktif dalam pelaporan kasus TBC pada SITB,” jelas Toha.
Menanggapi temuan tersebut, Kemas Faried Alfarelly menegaskan DPRD Kota Jambi tidak akan tinggal diam dan akan memastikan rekomendasi BPK benar-benar ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.
“Ini akan menjadi catatan kami di DPR, untuk mengawal hasil temuan ini, supaya nanti kedepannya, tata kelola penanganan TBC di Kota Jambi harus optimal,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan, DPRD Kota Jambi akan mendorong pemenuhan sarana dan prasarana penunjang penanggulangan TBC, termasuk dari sisi penganggaran serta pemerataan fasilitas kesehatan di seluruh wilayah Kota Jambi.
“Terkait sarana dan prasarananya, kemudian ketersediaan anggarannya dan beberapa fasilitas yang ada di wilayah-wilayah yang ada kesehatan,” pungkasnya.
- Penulis: Anggun
- Editor: Ferdy
- Sumber: Jambijejak

Saat ini belum ada komentar